Pada
awalnya para bhikkhu melakukan penyiaran Dharma tidak mengenal waktu atau
sepanjang tahun. Hal ini menimbulkan kritikan dari masyarakat dengan mengatakan, "Mengapa para Bhikkhu
Sakyaputta (murid-murid Sang Buddha) mengadakan perjalanan pada musim dingin,
panas dan musim hujan sehingga mereka menginjak tunas-tunas muda,
rumput-rumputan, serta merusak kehidupan yang sangat penting dan mengakibatkan
binatang-binatang kecil mati? (Vin. I, 137-138).
Mendengar keluhan masyarakat tersebut, beberapa orang
Bhikkhu menghadap Sang Buddha dan melaporkan kejadian di atas. Sang Buddha
kemudian memberikan keterangan yang masuk akal, dan bersabda :
"Para Bhikkhu, saya izinkan kamu untuk
melaksanakan masa Vassa". Kemudian terpikir oleh para Bhikkhu, "Kapan
masa Vassa dimulai ?".Mereka menyatakan hal ini kepada Sang Buddha dan
Beliau kemudian menyatakan, "Saya izinkan kamu melaksanakan masa Vassa
dimulai pada musim hujan ".Kemudian terpikir lagi oleh para Bhikkhu,
"Berapa banyak periode untuk memulai masa Vassa ?".Mereka
menyampaikan hal ini kepada Sang Buddha, Beliau berkata,
"O para Bhikkhu, terdapat dua masa untuk memasuki
masa Vassa, yang awal dan yang berikutnya. Yang awal dimulai sehari setelah
purnama di bulan Asalhi (Kini dikenal dengan Hari Raya Asadha) dan yang
berikutnya dimulai sebulan setelah purnama di bulan Asalhi. Itulah dua periode
untuk memulai musim hujan".
Adanya
perayaan hari Kathina mempunyai kisah tersendiri,
Pada
waktu itu terdapat tiga puluh orang bhikkhu dari Pava. Dalam perjalananya
mereka singgah di kota Saketa untuk menjalani vassa. Setelah sembilan
puluh hari hujan tidak berhenti, mereka menembus hujan dengan tujuan menemui
Buddha di kota Savatthi. Melihat para bhikkhu yang demikian basah dan
kotor,
Sang Buddha berkata kepada
para Bhikkhu,
"O para Bhikkhu, Saya
izinkan untuk membuat jubah Kathina bila menyelesaikan masa Vassa secara
lengkap........".
Sejak
saat itu sang Buddha mengijinkan agar mereka memperoleh jubah yang baru. Sejak
itu menjadi lazim setiap anggota mendapatkan seperangkat jubah baru setahun
sekali setelah menyelenggarakan vassa (Vin. I, 253-254).
Umat
mempersembahkan empat kebutuhan pokok para bhikkhu berupa jubah, makanan,
obat-obatan dan tempat tinggal. Namun, apabila tidak ada kain bahan jubah
maupun jubah yang akan dipersembahkan maka dilaksanakan upacara “dana dimasa
kathina”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.